Ciri-ciri kayu Kaoka/Kokka asli serta berbagai manfaatnya

Kayu kaoka/kokka menjadi sangat terkenal karena menurut cerita kayu ini pernah digunakan untuk membuat kapal Nabi Nuh AS, tongkat Nabi Musa, tongkat dan tasbih Nabi Syuaib AS, bahkan Nabi Muhammad SAW juga konon menggunakan kayu kaoka/kokka sebagai gagang pedangnya.

Karakteristik kayu ini akan tenggelam dalam air (tidak mengambang), selalu tampak berminyak dan memiliki aroma khas Kaoka/Kokka.

Ciri-ciri kayu Kaoka/Kokka yang asli:

• Kayu kaoka/kokka yang asli, baik kayu maupun buahnya pasti akan tenggelam jika dimasukkan ke dalam air.

• Kayu kaoka/kokka yang asli buahnya selalu memiliki retakkan, baik retak secara langsung maupun retak didalamnya.

• Kayu kaoka/kokka asli tidak selalu berwarna coklat, karena ada juga yang berwarna putih, putih kecoklatan, coklat muda, coklat tua, dan bahkan hitam legam tergantung usia dan kualitas kayunya.

• Buah kaoka/kokka akan jatuh setelah berusia rata-rata sekitar 50 tahun lebih, tapi ada juga yang berumur beberapa puluh tahun sudah jatuh, namun kualitasnya tidak sebagus yang sudah tua.

• Kayu kaoka/kokka asli juga ada yang tidak memiliki retakan sama sekali, tetapi tetap memiliki serat yang khas serta aroma khas kayu kaoka/kokka.

• Kayu kaoka/kokka yang asli selalu berbau minyak khas kaoka yang tidak bisa di akali atau ditiru.

• Kayu kaoka/kokka yang asli jika direndam dalam minyak goreng, minyak kemiri, atau minyak non alkohol lainnya maka akan berubah warnanya menjadi coklat tua hingga kehitaman.

• Kayu kaoka/kokka yang asli warnanya tidak akan pernah luntur selamanya karena semakin lama warnanya justru akan menjadi semakin coklat tua bahkan menjadi hitam legam mengkilap.

• Kayu kaoka/kokka yang asli setelah selesai direndam minyak non alkohol maka warnanya akan kembali seperti semula secara perlahan, tapi akan terlihat lebih tua dan retakannya akan semakin kelihatan. Retakkan tersebut adalah ciri khas kayu kaoka/kokka asli dan tidak akan pecah.

Manfaat dan khasiat kayu Kaoka/Kokka:

Kayu kaoka/kokka sangat familiar dan disukai oleh umat Muslim, karena kayu ini dianggap sebagai kayu yang memiliki “derajad” paling tinggi dan memiliki khasiat serta manfaat yang lebih baik daripada jenis kayu lainnya, dan sejak jaman dulu telah digunakan sebagai perhiasan oleh para ulama.

Dari hasil penelitian yang pernah dilakukan, ternyata kayu kaoka/kokka memancarkan energi metafisika dua kali lebih besar dibandingkan batu akik dan pusaka lainnya. Misalnya saja jika energi yang terdapat pada batu akik berada pada level 50, maka energi yang terdapat pada kayu kauka mencapai level 100.

Kayu kaoka juga mengandung zat anti kanker, baik juga dipakai oleh orang-orang yang menderita penyakit jantung karena dapat melancarkan peredaran darah, dapat memaksimalkan metabolisme tubuh, dan dapat meningkatkan konsentrasi.

Kayu kaoka/kokka yang asli tidak mengambang di air dan akan mengalami perubahan warna menjadi mengkilap dengan cepat jika digunakan sebagai tasbih untuk berdzikir, tapi jika tidak digunakan untuk berdzikir maka warnanya akan menjadi pucat kembali.

Kayu kaoka/kokka merupakan salah satu anugrah dari ALLAH yang diberikan sebagai mukjizat bagi para Nabi untuk memperoleh manfaat dan keberkahan atas IzinNYA.

Pada jaman Nabi Nuh AS, beliau membuat perahu dengan bahan dari kayu kaoka/kokka. Pada jaman Nabi Musa AS, beliau menunjukkan mukjizatnya dengan tongkat yang terbuat dari kayu kaoka/kokka ketika melawan para penyihir Raja Fir’aun, bahkan Nabi Muhammad SAW juga menggunakan gagang pedang yang terbuat dari kayu kaoka/kokka.

Dari sejarah masa lampau tersebut, kayu kaoka/kokka sampai saat ini masih banyak diminati dalam bentuk gelang, cincin, kalung, dan tasbih untuk berdzikir, sehingga dapat memperoleh berbagai manfaat seperti pengasihan, kewibawaan, keselamatan, kesehatan dan berbagai manfaat lainnya, tentunya atas izin ALLAH SWT.